Thursday, July 24, 2014

Grand Opening RS Pusat Otak Nasional

New..
Tambah Pilihan
Berita
Setahun Dalam Gambar 2013
Fashion Week
Otomotif
Video
Skype
Nasional
Hiburan
Galeri Foto Gaya Hidup
Berita Otomotif
Games
Skydrive
Internasional
Selebriti
Olahraga
Galeri Foto Otomotif
Properti
Toolbar
Bisnis
Nobar
Sepak Bola
Motor
Unduh Wallpaper
Teknologi
Penghargaan Bergengsi
Piala Dunia 2014
Motorshow
Outlook.com
Galeri Foto Berita
Gaya Hidup
Galeri Foto Olahraga
Foto
Download IE11
HiburanGaya HidupOlahraga
Jadikan PlasaMSN Beranda Anda
Pilihan Halaman
Buat teks lebih besar
Instal IE9
Help
Sign in


Berita | Web | Gambar

BERITA
BERANDA
NASIONAL
indonesia memilih
korupsi
kelud me





JAKARTA - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) di Jalan M.T Haryono, Jakarta Timur pada Senin, (14/7). SBY berharap rumah sakit yang sudah beroperasi sejak Maret lalu itu kelak menjadi tempat layanan kesehatan berkualitas dan menyediakan tenaga medis profesional.

Alhamdulillah, Tuhan yang Maha Kuasa mengabulkan doa dan cita-cita kita untuk menghadirkan rumah sakit ini. Semoga tenaga profesional dan fasilitas yang meningkat akan membawa institusi ini menjadi world class hospital, ujar SBY dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu SBY juga menyampaikan apresiasinya kepada menteri terkait dan seluruh pihak yang telah melakukan langkah nyata untuk membangun RSPON ini. Atas nama negara dan pemerintah, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Menteri Kesehatan dan semua pihak yang telah berhasil menghadirkan rumah sakit yang sudah ditunggu sejak beberapa tahun silam, sambungnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam laporannya kepada SBY menjelaskan sejumlah teknologi yang siap memberikan pelayanan maksimal di rumah sakit itu. Nafsiah memaparkan, sebagai RS pusat neurologi yang mampu bersaing secara global, RS PON dilengkapi peralatan kesehatan berteknologi mutakhir, salah satunya CT scan 250 slice.

Dengan penyediaan sarana dan prasarana yang prima, serta peningkatan kualitas pelayanan, maka diharapkan keberadaan rumah sakit ini akan meningkatkan citra rumah sakit pemerintah di mata masyarakat kata Nafsiah.

RS PON berdiri di atas lahan seluas 11.955 m2 di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. RS ini digagas sebagai upaya untuk dapat mengatasi permasalahan kesehatan otak dan saraf dan menjadi pusat rujukan nasional serta mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang neurologi. Pemancangan tiang pertama pembangunan RS PON dilakukan pada 1 November 2011 dan telah dilakukan soft launching pada 1 Februari 2013.

Bangunan RS PON memiliki 11 lantai yang terdiri dari beberapa kategori ruang rawat inap, termasuk ruang rawat kelas III bagi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bidang Kesehatan (BPJS Kesehatan).(flo/jpnn)
Berita Lainnya

Friday, June 27, 2014

Ramadhan di RS PUsat Otak Nasional Jakarta 2014

Assalamualaikum wwb..

SURAT KEPUTUSAN

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Tentang
AWAL RAMADHAN 1435H
NOMOR : 41/B/K/DSP-PKS/1435

بسم الله الرحمن الرحيم



اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ إمَامِ المتقينَ وقائدِ المجاهدينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  {أما بعد} .


Dewan Syari’ah Pusat setelah,

MENIMBANG
1. Bahwa kaum muslimin dalam melaksanakan puasa bulan Ramadhan membutuhkan ketetapan tentang tanggal 1 Ramadhan.

2. Bahwa untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan disyariatkan adanya ru’yatul hilal.

3. Bahwa seluruh tim ru’yatul hilal Dewan Syari’ah yang bekerja sama dengan tim ru’yatul hilal Kementrian Agama RI bersama ormas-ormas Islam dan MUI telah melaksanakan ru’yat di berbagai wilayah Indonesia pada tanggal 27 Juni 2014, dan semua tim ru’yat tidak berhasil melihat hilal.

4. Bahwa dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan umat.

5. Bahwa penetapan 1 Ramadhan 1435H diperlukan adanya surat keputusan.


MENGINGAT

1. Firman Allah SWT:
Artinya: ….Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah : 185)

Artinya: Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui. (QS Yunus : 5)

2. Sabda Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : صُومُوا لِرُؤْيتِهِ وأَفْطِرُوا لِرُؤْيتِهِ فإِن غُمّ عَلَيْكُم فَأكْمِلُوا العِدة (متفق عليه)

Artinya: ”Puasalah kamu jika melihat bulan, dan berbukalah kamu jika melihat bulan. Jika terhalang (mendung) maka sempurnakan bilangannya.” (muttafaqun ‘alaihi).

Sabda Rasul SAW, “Janganlah kamu berpuasa (Ramadhan) sehingga melihat hilal. Dan janganlah kamu mengakhiri Ramadhan sehingga melihat hilal (1 Syawal). Jika dihalangi oleh awan maka perkirakanlah.” (HR Bukhari-Muslim)

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

Sabda Rasul SAW, “Jika kamu melihat hilal maka berpuasalah (Ramadhan), jika kamu melihat hilal maka berbukalah (mengakhiri Ramadhan). Jika dihalangi oleh awan maka perkirakanlah.” (HR Bukhari-Muslim)

الصَّومُ يومَ تصُومُونَ، والفِطرُ يومَ تُفطِرُون، والأَضحَى يومَ تُضَحُّونَ

“Puasa adalah di hari kalian berpuasa, berbuka adalah di hari kalian berbuka dan ‘Iedul Adha adalah di hari kalian berkurban” (HR At-Tirmidzi)


MEMPERHATIKAN

1. Rapat Dewan Syari’ah Pusat di Jakarta tanggal 27 Juni 2014M/29 Sya’ban 1435H pukul 19.00 WIB tentang penetapan tanggal 1 Ramadhan 1435H.


Dengan memohon taufiq Allah dan ridho-Nya...

M E M U T U S K A N

MENETAPKAN

1. Bulan Sya’ban 1435H digenapkan hitungannya menjadi 30 hari.

2. Tanggal 1 Ramadhan 1435H jatuh pada hari Ahad bertepatan tanggal 29 Juli 2014M.

3. Agar kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera menjaga ukhuwwah Islamiyyah.


Demikian ketetapan Dewan Syariah Pusat tentang awal Ramadhan 1434H agar dapat dijadikan pedoman oleh seluruh kader dan dapat dijadikan rujukan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1434H.


Ditetapkan di  : Jakarta

Pada tanggal : 29 Syaban 1435

Kegiatan Munggahan RS pusat otak nasional

Dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional mengadakan pertemuan dengan seluruh staff dan karyawan mulai dari direktur bserta Jajarannya, dokter, perawat, sekuriti sampai dengan cleaning service. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat 27 Juni 2014 d Rumah Sakit Pusat Otak Nasional lantai 4 ruang gym. kegkegikegkegiakegkegikegkegiatkegkegikegkegiakegkegikegkegiatan itu meliputi tauziyah, doa bersabersama, berjabat tangan serta makan bersama. Kegiatan bertujuan untuk mempererat ttattali silahturahmi diantara staff.

Wednesday, May 28, 2014

TRANSPLANTASI / CANGKOK HATI DI RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO

Dalam empat dekade terakhir, transplantasi hati telah berkembang dari prosedur eksperimental menjadi modalitas terapi untuk pasien penyakit hati lanjut (end-stage liver diseas). Transplantasi hati menjadi terapi terakhir yang harus dipilih bagi pasien karena dapat meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup.
 
Kegagalan fungsi hati menyebabkan kematian bagi 1 - 2 juta orang di dunia setiap tahunnya jika tidak dilakukan transplantasi hati. Sebanyak 80% pasien menjalani tranplantasi hati dikarenakan pasien tersebut menderita penyakit sirosis hati. Penyakit sirosis hati dapat disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B dan C, atau karena sebab lain misalnya kanker atau keganasan hati. Sebelum era transplantasi hati, pasien yang menderita penyakit sirosis hati lanjut atau dekompensata, memiliki angka ketahanan hidup hanya 10% saja. Akan tetapi dengan berkembangnya teknik tranplantasi hati maka angka harapan hidup selama 5 tahun bagi pasien tersebut meningkat menjadi 60-70%.
 
Keberhasilan transplantasi hati ini mengalami kemajuan yang pesat seiring dengan meningkatnya kemampuan untuk mengendalikan respon imun resipien dengan obat penekan sistem imun (imunosupresif). Kemajuan dalam bidang pengobatan dengan imunosupresif telah menurunkan insidens penolakan jaringan transplan (acute graft loss) dan memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi tim pelaksana transplantasi hati.
 
Perkembangan transplantasi hati di Indonesia dimulai sejak dilakukannya operasi transplantasi hati pada anak di RS Dr Karyadi Semarang pada tahun 2006, bekerja sama dengan Tim Transplantasi Hati Anak dari National University Hospital Singapore. RS Dr Soetomo Surabaya juga telah membangun pusat transplantasi hati pada tahun 2010, bekerjasama dengan Tim Transplantasi Hati dari Tianjin First Center Hospital China.
 
Perkembangan transplantasi hati di RS Cipto Mangunkusumo sendiri dimulai sejak bulan Mei tahun 2010, saat pertama kali dibentuk Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM. Saat itu  sedang berkembangan berita mengenai kasus penyakit atresia bilier pada anak yang memerlukan transplantasi hati dan cukup menyedot perhatian masyarakat.
 
Persiapan kegiatan dimulai dengan membentuk kerjasama antara 3 rumah sakit, yaitu RSCM, RS Puri Indah Jakarta, dan The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou China dengan dilakukannya penandatanganan MOU antar ketiga rumah sakit tersebut pada tanggal 22 Juni 2010. MOU berlanjut dengan pengiriman anggota tim transplantasi hati FKUI-RSCM belajar ke Hangzhou China. Setelah itu, dilakukanlah operasi transplantasi hati yang pertama di Indonesia pada orang dewasa di RSCM pada tanggal 13 Desember 2010. Operasi pertama tersebut dilakukan terhadap seorang laki-laki, karyawan PT Telkom Indonesia, yang berusia 44 tahun dan mendapatkan donor dari anak perempuannya yang berusia 18 tahun. Tiga bulan setelah operasi transplantasi hati, pasien sudah dapat bekerja dengan normal kembali tanpa masalah, dan masih mengkonsumsi obat dan kontrol dengan teratur di RSCM sampai saat ini.
 
Operasi berikutnya dilakukan di RSCM pada tanggal 15 Desember 2010 dengan pasien seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh yang merusak hatinya. Donor adalah Bapak pasien yang bekerja sebagai anggota TNI Angkatan laut.
Kondisi pasien saat ini baik dengan tetap mengkonsumsi obat-obatan setiap harinya. Pasien telah duduk di bangku kelas 2 SD. Setiap 1 bulan sekali pasien menjalani kontrol rutin ke RSCM guna pemantauan kesehatannya.
 
Setelah melihat keberhasilan dari kedua pasien RSCM tersebut, tidak berarti Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM berhenti melakukan kegiatan. Proses belajar tetap dilakukan dengan mengirimkan anggota Tim untuk belajar ke luar negeri, antara lain ke University of Pittsburgh Medical Center; Chindren's Hospital of Pittsburgh; dan The First Affiliated Hospital Zhejiang University School of Medicine Hangzhou China, guna memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan dibidang transplantasi hati, sehingga proses transfer of knowledge berlangsung tidak hanya di RSCM, melainkan juga dilakukan di pusat transplantasi hati di luar negeri.
 
Pada tahun berikutnya, RSCM kembali melakukan operasi transplantasi hati dengan The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou China. Operasi tersebut dilakukan di RSCM pada tanggal 31 Juli 2011 dengan pasien seorang laki-laki berusia 47 tahun yang menderita penyakit sirosis hati karena infeksi virus hepatitis. Donor adalah kerabatnya yang berusia 26 tahun. Namun sangat disayangkan pasien telah meninggal dunia pada tahun ke-2 pasca transplantasi hati dikarenakan ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat dan kontrol rutin.
 
Melihat adanya hasil yang baik dari proses transfer ilmu yang dilakukan oleh Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM, terdapat peningkatan jumlah pasien yang mendaftar untuk dilakukan transplantasi hati, terutama pasien anak. Sehingga RSCM menganggap perlu   membuka kerjasama dengan supervisi luar negeri lainnya, salah satunya dengan National University Hospital Singapore (NUHS). Kerjasama antara NUHS dengan FKUI-RSCM sebenarnya sudah berjalan dengan sangat baik dalam bidang praktek klinis kedokteran dan pendidikan kedokteran, namun belum meliputi transplantasi hati. Kerjasama dalam bidang transplanatsi hati baru dimulai pada bulan Oktober 2012, dengan mengirim koordinator transplantasi hati dan dokter bedah ke NUHS untuk belajar sistem pengelolaan pasien transplantasi, terutama anak.
 
Operasi pertama bersama NUHS dilakukan di RSCM pada tanggal 20 Oktober 2012 dengan pasien seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, sedangkan yang menjadi donor adalah paman pasien. Kondisi pasien saat ini baik dengan tetap mengkonsumsi obat setiap harinya. Pasien telah bersekolah di taman kanak-kanak, dan setiap 1 bulan sekali pasien menjalani kontrol rutin ke RSCM guna pemantauan kesehatannya.
 
Pada tahun berikutnya, RSCM kembali melakukan operasi transplantasi hati dengan NUHS. Operasi tersebut dilakukan di RSCM pada tanggal 23 Maret 2013 dengan pasien seorang anak perempuan yang berasal dari lampung. Pasien berusia 20 bulan yang menderita penyakit bawaan yaitu atresia bilier. Ibu pasien menjadi donor hati pada operasi tersebut. Kondisi pasien saat ini baik, dan pasien tetap mengkonsumsi obat dan kontrol rutin setiap bulan di RSCM.
 
Keberhasilan yang diperlihatkan oleh Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM ini menunjukkan bahwa untuk melaksanakan transfer of knowledge dan operasi di bidang transplantasi hati, tidak hanya dibutuhkan keinginan untuk melakukannya, tetapi juga dibutuhkan dukungan penuh dari Pimpinan FKUI-RSCM, serta komitmen yang kuat dari setiap anggota tim transplantasi hati, mulai dari tim dokter, perawat, serta tim pendukung lainnya. Hal ini dikarenakan transplantasi hati merupakan cabang ilmu tertinggi, dan hampir semua disiplin ilmu kedokteran terlibat dibidang ini.
 
Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM adalah tim multi-disiplin ilmu yang bekerja sama dalam memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pasien transplantasi hati, dengan komitmen penuh dari anggota, departemen medis dan unit yang terlibat. Tim ini adalah tim transplantasi hati terlengkap yang ada di Indonesia,  yang beranggotakan sekitar 40 orang.
 
Pelayanan kasus transplantasi hati di Indonesia masih sangat terbatas, dan saat ini masih dalam proses transfer of knowledge (alih ilmu pengetahuan dan teknologi) dari pusat-pusat transplantasi hati di dunia. Kurangnya jumlah tenaga medis yang memiliki keahlian khusus transplantasi hati turut memberikan andil bagi minimnya pelayanan transplantasi hati. Disamping itu biaya yang diperlukan pasien dalam melakukan tranplantasi hati ini sangat tinggi. Perlunya dana untuk pengobatan dan tatalaksana jangka panjang juga masih menjadi masalah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, rumah sakit, pasien, perusahaan, dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah tersebut.
 
Ketersediaan donor juga masih menjadi kendala bagi terlaksananya transplantasi hati di Indonesia. Belum adanya peraturan mengenai donor hidup dan donor kadaver serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai donor hati menjadi penyebab sulitnya mencari donor bagi pasien. Oleh karena itu sosialisasi terhadap masyarakat tentang donor hati harus lebih sering dilakukan.
 
Dengan adanya kerjasama semua sektor ini, alih pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan lebih baik, ilmu yang diperoleh dapat cepat diaplikasikan secara mandiri, dan harapan hidup pasien dapat meningkat.
 
Lampiran
 
Biodata
Resipien
Donor
Nama
Tn. AM
Nn. NA
Tanggal lahir / umur saat operasi
5 Oktober 1966 / 44 tahun
17 April 1992 / 18 tahun
Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
Status hubungan
Ayah
Anak
Pekerjaan
Karyawan PT Telkom
-
Tanggal operasi
13 Desember 2010
13 Desember 2010
 
Biodata
Resipien
Donor
Nama
An. AA
Tn. H
Tanggal lahir / umur saat operasi
28 April 2004 / 6 tahun
15 April 1977 / 33 tahun
Jenis kelamin
Laki-laki
Laki-laki
Status hubungan
Anak
Ayah
Pekerjaan
-
TNI Angkatan Laut
Tanggal operasi
15 Desember 2010
15 Desember 2010
 
Biodata
Resipien
Donor
Nama
Tn M
Tn. DA
Tanggal lahir / umur saat operasi
11 Juli 1964 / 47 tahun
15 Nopember 1984 / 26 tahun
Jenis kelamin
Laki-laki
Laki-laki
Status hubungan
Tidak ada hubungan keluarga
Tidak ada hubungan keluarga
Pekerjaan
Wiraswasta
-
Tanggal operasi
31 Juli 2011
31 Juli 2011
 
Biodata
Resipien
Donor
Nama
An. NV
Tn. NS
Tanggal lahir / umur saat operasi
26 September 2007 / 5 tahun
15 April 1970 / 42 tahun
Jenis kelamin
Laki-laki
Laki-laki
Status hubungan
Keponakan
Paman
Pekerjaan
Anak dari pegawai PT Telkom
Karyawan swasta
Tanggal operasi
20 Oktober 2012
20 Oktober 2012
 
Biodata
Resipien
Donor
Nama
An. SA
Ny. RS
Tanggal lahir / umur saat operasi
19 Juli 2011 / 20 bulan
18 Nopember 1975 / 37 tahun
Jenis kelamin
Perempuan
Perempuan
Status hubungan
Anak
Ibu
Pekerjaan
-
PNS di Lampung
Tanggal operasi
23 Maret 2013
23 Maret 2013
 
 
 
Transplantasi Hati FKUI-RSCM telah melakukan training / belajar ke pusat-pusat transplantasi hati di luar negeri. Diantaranya yaitu:
1
 
2
3
 
4
5
 
6
7
Training dokter bedah, dokter hepatologi, dan perawat ke The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China pada Juni 2010.
Training dokter anestesi ke Pittsburgh pada Agustus 2010.
Training dokter radiologi ke The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China pada April 2011.
Training dokter bedah dan transplant coordinator ke NUHS pada Januari 2012.
Training dokter patologi ke The First Affiliated Hospital, Zhejiang University School of Medicine, Hangzhou, China pada April 2012.
Training dokter PICU dan perawat ke NUHS pada Juni 2013.
Training dokter bedah ke A shan Medical Center, Korea Selatan pada Juli 2013.
 
 
Susunan Anggota Tim Transplantasi Hati FKUI-RSCM
Pembina
 
Ketua tim
Koordinator Tim Medis
Wakil koordinator tim I
Wakil Koordinator tim II
Sekretaris
Nurse Coord Transplant
PJ Kesekretariatan
: Dekan FKUI
  Direktur Utama RSCM
: Direktur Medik dan Keperawatan RSCM
: dr. Sastiono, SpB, SpBA
: Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA(K)
: Dr. dr. Rino A. Gani, SpPD-KGEH
: dr. Andi Ade Wijaya, SpAn
: Eka Widiati, SKp
: Muliadara Haraska, SKM
 
Anggota :
 
1.    Bedah Digestif
 
2.    Bedah Vaskuler
 
 
3.    Bedah Anak
 
4.    Gastro-Hepatologi Anak
 
5.    Hepatologi Penyakit Dalam
 
 
 
6.    Gastroenterologi Penyakit Dalam
7.    PICU
 
 
8.    Anestesi dan Intensive Care
 
 
 
 
 
 
9.    Radiologi
 
10. Patologi Anatomi
 
11. Patologi Klinik
 
 
12. Psikiatri
 
13. Gizi Klinik
14. Nurse coordinator PICU
15. Nurse coordinator OK
16. Nurse coordinator ICU
 
:  Dr. dr. Toar JM. Lalisang, SpB.KBD
   dr. Yarman Mazni, SpB.KBD
:  dr. R. Suhartono, SpB.(K)V
   dr. Dedy Pratama, SpB(K)V
   dr. Akhmadu, SpB
:  dr. Sastiono, SpB, SpBA
   dr. Ahmad Yani, SpB, SpBA
:  Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA(K)
   dr. Muzal Kadim, SpA
:  Dr. dr. Rino A.Gani, SpPD-KGEH
   dr. Andri Sulaiman, SpPD-KGEH
   dr. Irsan Hasan SpPD-KGEH
 
:  dr. Achmad Fauzi, SpPD-KGEH
:  dr. Antonius Pudjiadi, SpA(K)
   dr. Rismala Dewi, SpA(K)
   dr. Irene Yuniar, SpA(K)
 
:  dr. Rudyanto S, SpAnKIC
   dr. Andi Ade Wijaya, SpAn
   dr. Dita Aditianingsih, SpAnKIC
   dr. Alfan Mahdi Nugroho, SpAn
   dr. Christopher Kapuangan, SpAn
   dr. Adhrie Sugiarto, SpAn
:  dr. Sahat Matondang, SpRad
   dr. Damayanti Sekarsari, SpRad
:  dr. Ening Krisnuhoni, MS, SpPA(K)
   dr. Diah Rini Hanjari, SpPA
 
:  Dr. dr. Ina S. Timan, SpPK(K)
   Dr. dr. Diana Aulia, SpPK(K)
   dr. George Arthur Mantiri, MLM
:  dr. Gitayanti Hadisukanto, SpKJ (K)
   dr. Sylvia Detri Elvira, SpKJ (K)
:  Dr. dr. Luciana B. Sutanto, SpGK, MS.
:  Raden Roro Rieke, AMK
:  Rahmat, AMK
:  Lina Virfa, AMK