Wednesday, May 28, 2014

Layanan Unggulan Bedah Saraf

Departmen Bedah Saraf RS Umum Pusat Nasional
Cipto Mangunkusumo
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
 
Layanan Unggulan
Tumor Otak :
o   Awake Craniotomy (pasien sadar)
o   Skull Base Surgery
o   Brain Stem Surgery
o   Surgery with Neuronavigation
o   Stereotactic Neurosurgery
o   Transpenoidal Nuerosurgery
o   Transoral Nuerosurgery
o   Endoscopic Nuerosurgery
 
Trauma Kepala dan Jaringan Saraf :
o   Epidural Hemorrhage, Subdural Hemorrhage
o   Cerebral Laceration, Brain Cintusion
o   Fraktur Impresi, Fraktur Basis Cranii
Bedah Saraf Vasculer
o   Clipping Aneurysm
o   Stroke
o   AVM
Kelainan Tulang Belakang dan Tumor Medula Spinalis
o   Tumor Medula Spinalis dan Vertebrae
o   Hernia Nucleus Pluposus (HNP)
o   Spondilitis Tuberculosa
o   Spinal Deformity
o   Spondilolistesis
o   Cedera Saraf Tepi
o   Fraktur Vertebrae
o   Spinal Instrumentation : Pedicle Screw, PEEK, Spinal Cages
 
 
Bedah Saraf Fungsional  :
o   Carpal Tunnel Syndrome
o   Trigeminal Pain
o   Epileptic Surgery
o   Pallidotomy
o   Brachial Branches Surgery
o   Hemifacial Spasm
o   Pain Management
 
Bedah Saraf Anak
o   Hidrocephalus, Hydrancephali
o   Craniosinostosis, Clover Leaf Syndrome
o   Endoscopic Third Ventriculostomy
o   Crouzon Syndrome
o   Arnold-Chiari Malformation
o   Meningocelle, Meningoencephalocele
 
Minimal Invasive
o   Stereotactic Surgery and Radiosurgery
o   Endoscopic Cranial and Spinal
o   Endovascular
o   Coilling Aneurysm
o   Vertebroplasty

Pengumuman Lowongan Kerja RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

logo.jpg

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan S1 Dokter Umum (dr), NERS, Apoteker, SKM, S1 Gizi + Profesi, S1 Psikologi, S1 Biologi, S1 Akuntansi/ Komputer Akuntansi/Manajemen Keuangan, S1 Manajemen/Manajemen RS, S1 Administrasi, S1 Komputer, D4 Perpajakan, S1 Farmasi/D.III Farmasi, D.III Keperawatan Umum, D.III Kebidanan, D.III Analis Kesehatan/D.III Fisioterap, D.III Rekam Medis, D.III Refraksi Optik, D.III Fisioterapi, D.III Gizi, D.III Teknik Elektro Medik, D.III Teknik Rodiodiagnostik/Penata Ronkhent, D.III Teknik Lingkungan/Sanitasi Lingkungan, D.1 Transfusi Darah, D.III Akuntansi/Komputer Akuntansi/Manajemen Keuangan, D.III Manajemen/Manajemen RS, D.III Perhotelan, D.III Boga, D.III Administrasi/Sekretaris, D.III Kearsipan, D.III Komunikasi/Public Ralation, D.III Teknik Mesin/Listrik/Bangunan/Elektro arus kuat, dan D.III Komputer untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Non PNS RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Tahun 2014 yang akan ditempatkan di lingkungan Unit Kerja RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

1.   PERSYARATAN UMUM :

a.      Warga Negara Republik Indonesia.
b.      Foto copy KTP
c.       Pas foto 3x4 (berwarna) 3 lembar background BIRU
d.      Curiculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)
e.      Surat Keterangan Sehat Asli dari Dokter Puskesmas atau Pemerintah
f.        Foto Copy Kartu Tanda Pencari Kerja (Depnaker) dilegalisasi
g.      Foto Copy Ijasah yang dilegalisir (Cap basah) oleh yang berwenang
h.      Tidak dalam Ikatan Dinas dengan lembaga atau perusahaan lain
i.        Foto copy transkrip nilai dilegalisir IPK Perguruan Tinggi terakreditasi Minimal B dengan IPK minimal 2, 75.
j.        Foto copy SKCK (POLRES) dilegalisir
k.       Foto Copy Surat Keterangan Selesai Penugasan atau Selesai Masa Bakti (SMB) bagi Dokter Pasca PTT
l.        Foto copy Sertifikat lainnya sesuai profesi yang dimiliki
m.    Foto copy sertifikat Toefl/Bahasa Inggris
n.      Foto copy sertifikat komputer
o.      Umur Maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2014.




2.   PERSYARATAN KHUSUS

Dokter Triage :
-      Memiliki sertifikat kegawatdaruratan (ATLS, ACLS, PTC & PPGD),
-      Pengalaman Kerja min.1 tahun di RS/bidangnya yang diligalisir oleh yang berwenang

Perawat, Bidan, Analis Labkes, Apoteker, Asistan Apoteker, Perekam Medis, Fisioterapis,  Radiografer, Nutrisionis, Pelaksana Transfusi Darah, Teknik Elektromedik, Refraksi Optik :
   - Memiliki STR/STRA/SIK/SIP/SIKTTK/SIAA
3.  JADWAL KEGIATAN :
Pengumuman Lowongan Pekerjaan dimulai tanggal 24 Mei 2014

4.  JADWAL SELEKSI :
a.      Pengiriman berkas ke Kotak POS 1086 Jkt 10430 mulai tanggal 24 Mei s/d 2 Juni 2014.
b.      Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi tanggal 9 Juni 2014.
c.       Pelaksanaan Ujian Tulis tanggal 15 Juni 2014
d.      Pengumuman Kelulusan Ujian Tulis tanggal 18 Juni 2014
e.      Pelaksanaan Wawancara bagi peserta yang lulus Uji Tulis tanggal 23, 24, 25 Juni 2014.
f.        Pengumuman lulus Wawancara tanggal 27 Juni 2014
g.      Pelaksanaan Tes Psikologi bagi peserta yang lulus Wawancara tanggal 28, 30 Juni dan 1 Juli 2014.
h.      Pelaksanaan Tes Kesehatan bagi peserta yang lulus tes tanggal 7-11 Juli 2014.
i.        Pengumuman peserta yang diterima menjadi  Calon Pegawai  Non PNS RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo tanggal 21 Juli 2014.
j.        Pemberkasan di Bagian SDM RSCM tanggal 23-24 Juli 2014
k.       Orientasi Pegawai Baru tanggal 30-31 Juli 2014
l.        Penempatan tanggal 1 Agustus 2014.

5.   TAHAPAN SELEKSI PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS RSCM

5.1.  PENDAFTARAN

a. Pendaftaran pelamar dilaksanakan via POS dan dikirim melalui Kotak POS 1086 JKT 10430 mulai tanggal 24 Mei s/d 2 Juni 2014.
b. Setiap pelamar hanya diperkenankan mendaftar pada 1 (satu) peminatan jenis tenaga dan
tidak diperkenankan untuk mengubah pilihan peminatan yang sudah didaftarkan.

5.2.  Pengiriman Berkas Pendaftaran
a.      Berkas pendaftaran disampaikan melalui Pos dengan kilat khusus/tercatat/ekspres.
b.      Berkas dikirim melalui Kotak POS 1086 JKT 10430 mulai tanggal 24 Mei 2014 dan diterima di Kotak POS selambat-lambatnya tanggal 2 Juni 2014 pukul 15.00 waktu setempat.
c.       Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan berkas yang sudah dikirimkan menjadi hak milik Panitia yang tidak dapat diminta kembali.
d.      Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan urutan sebagai berikut :


1)          Asli surat lamaran ditulis tangan dengan huruf cetak menggunakan tinta hitam dan ditanda tangani pelamar.
2)          Foto Copy KTP
3)          Pas Foto 3 x 4 berwarna 3 lembar background Biru
4)          Curiculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)
5)          Asli Surat Keterangan Berbadan Sehat terbaru yang dikeluarkan oleh Dokter Puskesmas/ RSUD/RSUP/RS TNI-Polri.
6)          Foto Copy Kartu Pencari kerja dilegalisir yang berwenang
7)          Foto copy Ijazah S1 yang dilegalisir dan dicap basah oleh pejabat yang berwenang. Untuk :
8)          Ijazah pendidikan dari luar negeri dilengkapi dengan surat penetapan pengesahan/ penyetaraan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
9)          Surat Keterangan pengalaman kerja sebagai Dokter minimal 1 tahun di RS/bidangnya yang dilegalisir oleh yang berwenang
10)      Tidak dalam ikatan dinas dengan lembaga atau perusahaan lain
11)      Foto copy transkrip nilai Perguruan Tinggi akreditasi minimal B IPK minimal 2, 75 diligalisir cap basah
12)      Foto Copy Surat Tanda Registrasi (STR)/STRA/SIAA/SIP/SIK/SIB
13)      Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang  masih  berlaku  pada saat pendaftaran dilegalisir dan dicap basah.
14)      Sertifikat Pelatihan Kegawatdaruratan (ATLS, ACLS, PTC dan PPGD)/sertifikat lainnya sesuai   profesi
15)      Sertifikat Toefl atau Bahasa Inggris
16)      Sertifikat Komputer/sertifikat lain sesuai profesi yang dimiliki

e.      Susun dan jepit seluruh dokumen sesuai urutan butir d diatas dan masukkan ke dalam map kertas.
Pada sampul map tersebut ditulis :
1) Nama peserta
2) Kode Peminatan
3) Kualifikasi pendidikan

Kemudian map tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna coklat, pada sampul amplop ditulis :

Kepada Tim Penerimaan Pegawai Baru Tahun 2014 Kotak POS 1086 JKT 10430

5.3.  Seleksi Administrasi
a.      Panitia akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap berkas pendaftaran yang telah diterima.
b.      Berkas  yang  tidak lengkap dan tidak memenuhi  persyaratan, dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.
c.       Hasil Seleksi Administrasi akan diumumkan pada tanggal 9 Juni 2014 untuk jadwal Ujian Tulis.

5.4.  Pelaksanaan Ujian Tulis
a.      Ujian Tulis dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2014 di RSCM.
b.      Peserta diwajibkan membawa Alat Tulis dan Alas Tulis.
b.      Lokasi pelaksanaan ujian tulis dapat dilihat langsung sehari sebelum/pada hari  pelaksanaan
c.       Ujian di Bagian SDM Gedung Administrasi Terpadu Lt.7 RSCM.
d.      Materi Ujian terdiri dari :
d.1.  Tes Kompetensi Dasat (TKD) yang meliputi tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi Umum dan tes karakteristik pribadi. TKD dimaksudkan untuk menggali pengetahuan, keterampilan dan sikap atau perilaku peserta ujian yang meliputi wawasan nasional, regional dan internasional maupun kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif, kemampuan penalaran, kemampuan beradaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas dan inisiatif.

d.2.  Tes Kompetensi Bidang (TKB) dimaksud untuk mengukur kemampuan dan atau keterampilan peserta ujian yang berkaitan dengan kompetensi jabatan atau pekerjaan.

5.5.  Kelulusan Ujian dan Ujian Lanjutan
a.      Kelulusan Ujian Tulis akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2014.
b.      Peserta yang lulus Ujian Tulis akan mengikuti Ujian lanjutan Wawancara tanggal 23, 24, 25 Juni 2014.
c.       Peserta yang lulus Wawancara akan mengikuti Tes Psikologi pada tanggal 28, 30 Juni 2014 dan 1 Juli 2014.
d.      Peserta yang lulus Test Psikologi akan mengikuti Tes Kesehatan pada tanggal 7-11 Juli 2014.

5.6.  Lain-lain
Seleksi Penerimaan Pegawai Non PNS RSCM Tahun 2014 sama sekali tidak dipungut biaya.RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo tidak bertanggung jawab atas pungutan oleh oknum yang mengatasnamakan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran untuk mempermudah penerimaan Pegawai Non PNS RSCM.
1.      Berkas yang sudah dikirimkan kepada RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo menjadi milik Panitia dan tidak dapat diminta kembali.
2.      Tidak diperkenankan mengubah pilihan peminatan yang sudah terdaftar.
3.      Tidak diperkenankan melakukan pendaftaran ganda.
4.      Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
5.      Apabila dikemudian hari peserta terbukti memberikan data palsu maka kelulusan dibatalkan.
6.      Pelamar dapat menghubungi Hotline Panitia Seleksi RSCM ke nomor Hp. 085710946278.








logo-2.jpg


LOWONGAN KERJA RSCM TERBARU 2014

Peristiwa lahirnya RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, sangat erat kaitannya dengan sejarah hdirnys Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal ini disebabkan perkembangan kedua lembaga ini yang saling tergantung dan bersinergi satu sama lain.  Kala itu pada tahun 1896, masa kolonial belanda salah seorang dokter yang bernama Dr H.Roll diperintahkan menjadi pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu laboratorium serta sekolah Dokter Jawa masih masih dalam satu kepemimpinan.  Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa berubah nama menjadi STOVIA, sebagai cikal bakal adanya Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Lowongan Kerja Terbaru Rumah Sakit Umum Pusat Dr Cipto Mangunkusumo RSCM
Kredit gambar ; mutupelayanankesehatan.net
Sejalan perkembangan dunia kedokteran masa itu, pada tanggal 19 November 1919 dibentuk CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) yang digabungkan dengan STOVIA. Semenjak itu penyelenggaraan pendidikan serta pelayanan kedokteran semakin maju dan berkembang sarana pelayanan kedokteran spesialistik bagi masyarakat luas.  Seiring waktu bwejalan, bulan Maret 1942 saat Indonesia diduduki pemerintahan Jepang, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan tinggi (Ika Daigaku Byongin). Tiga tahun kemudian yaitu tahun 1945, CBZ berganti namanya menjadi “ Rumah Sakit Oemoem Negeri (RSON), yang dipimpin oleh seorang yang bernama Prof Dr Asikin Widjaya-Koesoema dan selanjutnya dipimpin oleh Prof.Tamija.
Setelah masa kemerdekaan tahun 1950 RSON berubah namanya menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Pada era pemerintahan Sukarno tepatnya tanggal 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan kala itu Prof Dr Satrio meresmikan RSUP menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM), sejalan dengan perkembangan ejaan baru Bahasa Indonesia yang disempurnakan, maka diubah menjadi RSCM.  Pada tanggal 13 Juni 1994, melalui SK Menkes nomor 553/Menkes/SK/VI/1994, diubah namanya menjadi RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.
Waktu pun kian bergulir yang mana tanggal 12 Desember 2000, berdasarkan PP nomor 116 Tahun 2000 RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo ditetapkan sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta.  Dalam perkembangan tahap berikutnya, Perjan RSCM berubah lagi menjadi Badan Layanan Umum berdasarkan PP.Nomor 23 tahun 2005. Dewasa ini RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo  merupakan Rumah Sakit Pusat Rujukan Nasional, yang senantiasa memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau
Visi :
Menjadi Rumah Sakit Pendidikan serta Pusat Rujukan Nasional terkemuka di Asia Pasifik tahun 2014
Misi :
  • Memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat
  • Menjadi tempat pendidikan dan penelitian tenaga kesehatan
  • Tempat penelitian dan pengembangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui manajemen yang dinamis dan akuntabel
Sumber : RSCM

 Lowongan Kerja Terbaru Rumah Sakit Umum Pusat Dr Cipto Mangunkusumo RSCM

Posisi :
rscm
Lowongan ditutup tanggal 2014. Jika anda tertari, silakan kirim lamaran dan resume anda ke : efkaem-ui@yahoogroups.com
subscribe : efkaem-ui-subscribe@yahoogroups.com
unsubscribe : efkaem-ui-unsubscribe@yahoogroups.com
atau daftarka diri anda melalui http://cdc.unpad.ac.id/ – Univeritas Padjadjaran
Sumber Lowongan

Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

Mengacu kepada standar keselamatan pasien, maka rumah sakit harus merancang proses baru atau memperbaiki proses yang ada, memonitor dan mengevaluasi kinerja melalui pengumpulan data, menganalisis secara intensif insiden, dan melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja serta keselamatan pasien.
Proses perancangan tersebut harus mengacu pada visi, misi, dan tujuan rumah sakit, kebutuhan pasien, petugas pelayanan kesehatan, kaidah klinis terkini, praktik bisnis yang sehat, dan faktor-faktor lain yang berpotensi risiko bagi pasien sesuai dengan “Tujuh Langkah Keselamatan Pasien Rumah Sakit”.
Tujuh langkah keselamatan pasien rumah sakit merupakan panduan yang komprehensif untuk menuju keselamatan pasien, sehingga tujuh langkah tersebut secara menyeluruh harus dilaksanakan oleh setiap rumah sakit. Dalam pelaksanaan, tujuh langkah tersebut tidak harus berurutan dan tidak harus serentak. Pilih langkah-langkah yang paling strategis dan paling mudah dilaksanakan di rumah sakit. Bila langkah-langkah ini berhasil maka kembangkan langkah-langkah yang belum dilaksanakan. Bila tujuh langkah ini telah dilaksanakan dengan baik rumah sakit dapat menambah penggunaan metoda-metoda lainnya.
Uraian Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit adalah sebagai berikut:

A.      Membangun Kesadaran Akan Nilai Keselamatan Pasien

Menciptakan kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil.
  1. Bagi Rumah Sakit:
Pastikan rumah sakit memiliki kebijakan yang menjabarkan apa yang harus dilakukan staf segera setelah terjadi insiden, bagaimana langkah-langkah pengumpulan fakta harus dilakukan dan dukungan apa yang harus diberikan kepada staf, pasien dan keluarga.
1)         Pastikan rumah sakit memiliki kebijakan yang menjabarkan peran dan akuntabilitas individual bilamana ada insiden.
2)         Tumbuhkan budaya pelaporan dan belajar dari insiden yang terjadi di rumah sakit.
3)         Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian keselamatan pasien.
  1. Bagi Unit/Tim:
1)      Pastikan rekan sekerja anda merasa mampu untuk berbicara
2)      mengenai kepedulian mereka dan berani melaporkan bilamana ada insiden.
3)      Demonstrasikan kepada tim anda ukuran-ukuran yang dipakai di rumah sakit anda untuk memastikan semua laporan dibuat secara terbuka dan terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan tindakan/solusi yang tepat.

B.      Memimpin Dan Mendukung Staf

Pimpinan melakukan pencanangan/deklarasi program keselamatan pasien RS RS membentuk komite/tim/panitia keselamatan pasien yang bertugas mengkoordinasikan dan melaksanakan program keselamatan pasien di RS.  Pimpinan melakukan rapat koordinasi multi disiplin secara berkala untuk menilai perkembangan program keselamatan pasien.
Pimpinan melakukan ronde keselamatan pasien (patient safety walk around) secara rutin, diikuti berbagai unsure terkait. Setiap timbang terima antar shift dilakukan briefing untuk mengidentifikasi risiko keselamatan pasien dan debriefing untuk meminitor risiko tersebut.
Membangun komitmen dan fokus yang kuat dan jelas tentang Keselamatan Pasien di rumah sakit. Pimpinan memilih dan menetapkan champion disetiap unit/bagian sebagai motor penggerak pelaksanaan program keselamatan pasien di RS.
  1. Untuk Rumah Sakit:
1)      Pastikan ada anggota Direksi atau Pimpinan yang bertanggung jawab atas Keselamatan Pasien
2)      Identifikasi di tiap bagian rumah sakit, orang-orang yang dapat diandalkan untuk menjadi “penggerak” dalam gerakan Keselamatan Pasien
3)      Prioritaskan Keselamatan Pasien dalam agenda rapat Direksi/Pimpinan maupun rapat-rapat manajemen rumah sakit
4)      Masukkan Keselamatan Pasien dalam semua program latihan staf rumah sakit anda dan pastikan pelatihan ini diikuti dan diukur efektivitasnya.
  1. Untuk Unit/Tim:
1)      Nominasikan “penggerak” dalam tim anda sendiri untuk memimpin Gerakan Keselamatan Pasien
2)      Jelaskan kepada tim anda relevansi dan pentingnya serta manfaat bagi mereka dengan menjalankan gerakan Keselamatan Pasien
3)      Tumbuhkan sikap ksatria yang menghargai pelaporan insiden.

C.      Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko

Mengembangkan sistem dan proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikas dan asesmen hal yang potensial bermasalah.
  1. Untuk Rumah Sakit:
1)      Telaah kembali struktur dan proses yang ada dalam manajemen risiko klinis dan nonklinis, serta pastikan hal tersebut mencakup dan terintegrasi dengan Keselamatan Pasien dan staf;
2)      Kembangkan indikator-indikator kinerja bagi sistem pengelolaan risiko yang dapat dimonitor oleh direksi/pimpinan rumah sakit;
3)      Gunakan informasi yang benar dan jelas yang diperoleh dari sistem pelaporan insiden dan asesmen risiko untuk dapat secara proaktif meningkatkan kepedulian terhadap pasien.
  1. Untuk Unit/Tim:
1)      Bentuk forum-forum dalam rumah sakit untuk mendiskusikan isu-isu Keselamatan Pasien guna memberikan umpan balik kepada manajemen yang terkait;
2)      Pastikan ada penilaian risiko pada individu pasien dalam proses asesmen risiko rumah sakit;
3)      Lakukan proses asesmen risiko secara teratur, untuk menentukan akseptabilitas setiap risiko, dan ambillah langkah-langkah yang tepat untuk memperkecil risiko tersebut;
4)      Pastikan penilaian risiko tersebut disampaikan sebagai masukan ke proses asesmen dan pencatatan risiko rumah sakit.

D.      Mengembangkan Sistem Pelaporan

Memastikan staf dapat melaporkan kejadian/ insiden, serta rumah sakit mengatur pelaporan kepada Komite Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
  1. Untuk Rumah Sakit:
Lengkapi rencana implementasi sistem pelaporan insiden ke dalam maupun ke luar, yang harus dilaporkan ke Komite Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
  1. Untuk Unit/Tim:
Berikan semangat kepada rekan sekerja anda untuk secara aktif melaporkan setiap insiden yang terjadi dan insiden yang telah dicegah tetapi tetap terjadi juga, karena mengandung bahan pelajaran yang penting.

E.      Melibatkan dan Berkomunikasi dengan Pasien

Mengembangkan cara-cara komunikasi yang terbuka dengan pasien.
  1. Untuk Rumah Sakit:
1)      Pastikan rumah sakit memiliki kebijakan yang secara jelas menjabarkan cara-cara komunikasi terbuka selama proses asuhan tentang insiden dengan para pasien dan keluarganya.
2)      Pastikan pasien dan keluarga mereka mendapat informasi yang benar dan jelas bilamana terjadi insiden.
3)      Berikan dukungan, pelatihan dan dorongan semangat kepada staf agar selalu terbuka kepada pasien dan keluarganya.
  1. Untuk Unit/Tim:
1)      Pastikan tim anda menghargai dan mendukung keterlibatan pasien dan keluarganya bila telah terjadi insiden
2)      Prioritaskan pemberitahuan kepada pasien dan keluarga bilamana terjadi insiden, dan segera berikan kepada mereka informasi yang jelas dan benar secara tepat
3)      Pastikan, segera setelah kejadian, tim menunjukkan empati kepada pasien dan keluarganya.

F.      Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan Pasien

Mendorong staf untuk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana dan mengapa kejadian itu timbul.
  1. Untuk Rumah Sakit:
1)      Pastikan staf yang terkait telah terlatih untuk melakukan kajian insiden secara tepat, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebab.
2)      Kembangkan kebijakan yang menjabarkan dengan jelas criteria pelaksanaan Analisis Akar Masalah (root cause analysis/RCA) yang mencakup insiden yang terjadi dan minimum satu kali per tahun melakukan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) untuk proses risiko tinggi.
  1. Untuk Unit/Tim:
1)      Diskusikan dalam tim anda pengalaman dari hasil analisis insiden.
2)      Identifikasi unit atau bagian lain yang mungkin terkena dampak di masa depan dan bagilah pengalaman tersebut secara lebih luas.

G.      Mencegah Cedera Melalui Implementasi Sistem Keselamatan Pasien

Menggunakan informasi yang ada tentang kejadian/masalah untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan.
  1. Untuk Rumah Sakit:
1)      Gunakan informasi yang benar dan jelas yang diperoleh dari sistem pelaporan, asesmen risiko, kajian insiden, dan audit serta analisis, untuk menentukan solusi setempat.
2)      Solusi tersebut dapat mencakup penjabaran ulang system (struktur dan proses), penyesuaian pelatihan staf dan/atau kegiatan klinis, termasuk penggunaan instrumen yang menjamin keselamatan pasien.
3)      Lakukan asesmen risiko untuk setiap perubahan yang direncanakan.
4)      Sosialisasikan solusi yang dikembangkan oleh Komite Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
5)      Beri umpan balik kepada staf tentang setiap tindakan yang diambil atas insiden yang dilaporkan.
                Untuk Unit/Tim:
1)      Libatkan tim anda dalam mengembangkan berbagai cara untuk membuat asuhan pasien menjadi lebih baik dan lebih aman.
2)      Telaah kembali perubahan-perubahan yang dibuat tim anda dan pastikan pelaksanaannya.
3)      Pastikan tim anda menerima umpan balik atas setiap tindak lanjut tentang insiden yang dilaporkan.

6.     Insiden keselamatan pasien

Insiden keselamatan pasien adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien, terdiri dari:
  1. Kejadian Tidak Diharapkan, selanjutnya disingkat KTD adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien.
  2. Kejadian Nyaris Cedera, selanjutnya disingkat KNC adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien.
  3. Kejadian Tidak Cedera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke pasien, tetapi tidak timbul cedera.
  4. Kondisi Potensial Cedera, selanjutnya disingkat KPC adalah kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden.
  5. Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius.